Home » Uncategorized » Tugas Bahasa Indonesia ke 3

Tugas Bahasa Indonesia ke 3

Menunjukkan Kesalahan dan Memperbaiki Penggunaan Logika Kebahasaan

Judul Skripsi:

  • PEMBANGUNAN SISTEM PAKAR PADA PERANGKAT MOBILE DENGAN WML DAN PHP UNTUK MENEMUKAN PENYEBAB KERUSAKAN MESIN ISUZU PANTHER

1.

Sistem Pakar adalah salah satu bagian dari Kecerdasan Buatan yang mengandung pengetahuan dan pengalaman yang dimasukkan oleh satu banyak pakar ke dalam suatu area pengetahuan tertentu sehingga setiap orang dapat menggunakannya untuk memecahkan berbagai masalah yang bersifat spesifik dalam hal ini adalah permasalahan pada kinerja mesin Panther. (halaman 1 paragraf 2)

Penggunaan kalimat di atas sedikit tidak efektif karena kurangnya sebuah kata ‘atau’ di antara kata ‘satu’ dan ‘banyak pakar’. Hal ini menyebabkan kalimat tersebut menjadi terlihat rancu karena kalimat dimasukkan oleh satu banyak pakar merupakan kalimat penjelasan yang menjelaskan objek dalam kalimat pasif. Kata ‘satu’ dan ‘banyak’ merupakan kata yang menunjukkan jumlah yang seharusnya tidak boleh digabung tanpa sebuah kata penghubung pilihan.

Seharusnya:

Sistem Pakar adalah salah satu bagian dari Kecerdasan Buatan yang mengandung pengetahuan dan pengalaman yang dimasukkan oleh satu atau banyak pakar ke dalam suatu area pengetahuan tertentu sehingga setiap orang dapat menggunakannya untuk memecahkan berbagai masalah yang bersifat spesifik, dalam hal ini adalah permasalahan pada kinerja mesin Panther.

2.

Sistem Pakar dibangun untuk menemukan penyebab kerusakan mesin mobil berbasiskan WAP adalah agar pengguna dapat mengetahui penyebab kerusakan mesin mobil dengan memanfaatkan fasilitas WAP pada ponsel sebelum mobil dibawa ke bengkel. (halaman 4)

Kata ‘adalah’ di atas seharusnya dihilangkan karena membuat kalimat menjadi rancu. Hal ini terjadi karena kata ‘adalah’ merupakan kata konjungsi yang biasa digunakan sebagai penghubung untuk menjelaskan suatu istilah, dengan demikian dapat membuat kalimat di atas seperti memiliki arti ganda.

Seharusnya:

Sistem Pakar dibangun untuk menemukan penyebab kerusakan mesin mobil berbasiskan WAP agar pengguna dapat mengetahui penyebab kerusakan mesin mobil dengan memanfaatkan fasilitas WAP pada ponsel sebelum mobil dibawa ke bengkel.

3.

Metode Dokumentasi

Yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara menggunakan arsip atau naskah-naskah tertulis. (halaman 6)

Kata ‘Yaitu’ tidak boleh ditempatkan di awal kalimat karena merupakan kata konjungsi penghubung intrakalimat. Dalam hal ini, kata ‘Yaitu’ berperan sebagai kata penghubung penjelasan tentang ‘Metode Dokumentasi’.

Seharusnya:

Metode Dokumentasi yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara menggunakan arsip atau naskah-naskah tertulis.

4.

Tahap ini dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilaksanakan, karena hasil desain terinci akan percuma sia-sia bila tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. (halaman 6)

Kalimat di atas rancu karena terjadi penumpukan beberapa kata yang mempunyai makna sama. Kata-kata tersebut adalah kata ‘percuma’ dan ‘sia-sia’. Kalimat di atas dapat diperbaiki dengan menghilangkan salah satu kata yang mengalami penumpukan makna tersebut.

Seharusnya:

Tahap ini dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilaksanakan, karena hasil desain terinci akan sia-sia bila tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

5.

Ujicoba sistem dilakukan untuk mencari kesalahan atau kekurangan dari program atau aplikasi yang dibuat agar dapat dicapai tujuan yang diinginkan dan ujicoba ini dapat langsung diaplikasikan dilapangan. (halaman 7)

Kalimat di atas tidak efektif karena kata ‘dicapai’ seharusnya ditulis dengan menggunakan kalimat aktif. Kata ‘Ujicoba’ seharusnya dipisah karena bukan satu suku kata. Kata ‘dilapangan’ seharusnya juga dipisah karena menunjukkan tempat.

Seharusnya:

Uji coba sistem dilakukan untuk mencari kesalahan atau kekurangan dari program atau aplikasi yang dibuat agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan uji coba ini dapat langsung diaplikasikan di lapangan.

6.

Di samping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiki beberapa kelemahan, antara lain :

a. Masalah dalam mendapatkan pengetahuan di mana pengetahuan tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah, karena kadangkala pakar dari masalah yang kita buat tidak ada dan kalaupun ada kadang-kadang pendekatan yang dimiliki oleh pakar berbeda-beda. (halaman 13)

Kata ‘di mana’ pada kalimat di atas seharusnya tidak perlu ada karena dapat menimbulkan salah nalar. Hal tersebut terjadi karena kata ‘di mana’ pada umumnya merupakan kata tanya.

Seharusnya:

Di samping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiki beberapa kelemahan, antara lain :

a. Masalah dalam mendapatkan pengetahuan yang tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah, karena kadangkala pakar dari masalah yang kita buat tidak ada dan kalaupun ada kadang-kadang pendekatan yang dimiliki oleh pakar berbeda-beda.

7.

c. Boleh jadi sistem tak dapat membuat keputusan. (halaman 13)

Kalimat di atas tidak efektif karena tata penulisan dan pemilihan katanya terlihat rancu.

Seharusnya:

c. Sistem kemungkinan tak dapat membuat keputusan.

8.

Bahasa representasi harus dapat membuat seorang pemrogram mampu mengekspresikan pengetahuan yang diperlukan untuk mendapatkan solusi masalah, dapat diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman dan dapat disimpan. Harus dirancang agar fakta-fakta dan pengetahuan lain yan terkandung di dalamnya dapat digunakan untuk penalaran.

Isi paragraf di atas rancu dalam kesinambungan kalimatnya. Seharusnya pada awal kalimat kedua sebelum kata ‘Harus’ disisipkan kata kunci penjelas dari kalimat sebelumnya, yaitu kata ‘Bahasa representasi’. (halaman 23)

Seharusnya:

Bahasa representasi harus dapat membuat seorang pemrogram mampu mengekspresikan pengetahuan yang diperlukan untuk mendapatkan solusi masalah, dapat diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman dan dapat disimpan. Bahasa representasi harus dirancang agar fakta-fakta dan pengetahuan lain yan terkandung di dalamnya dapat digunakan untuk penalaran.

9.

Terdapat 6 tahapan atau fase dalam pengembangan sistem pakar seperti digambarkan pada gambar 2.3 penjelasan berikut merupakan penjelasan secara garis besar tentang fase-fase pengembangan tersebut. (halaman 33)

Kalimat di atas rancu karena kurangnya tanda titik yang seharusnya dapat membagi kalimat menjadi dua kalimat yang berbeda.

Seharusnya:

Terdapat 6 tahapan atau fase dalam pengembangan sistem pakar seperti digambarkan pada gambar 2.3. Penjelasan berikut merupakan penjelasan secara garis besar tentang fase-fase pengembangan tersebut.

10.

Setiap masalah yang akan diidentifikasi harus dicari solusi. Fasilitas yang akan dikembangkan, penentuan jenis bahasa pemrograman dan tujuan yang ingin dicapai dari proses pengembangan tersebut. (halaman 34)

Kedua kalimat di atas rancu karena sebenarnya kedua kalimat tersebut merupakan satu kalimat yang digabung. Hal ini dapat membingungkan para pembaca jika tidak dibaca dengan teliti.

Seharusnya:

Setiap masalah yang akan diidentifikasi harus dicari solusi, fasilitas yang akan dikembangkan, penentuan jenis bahasa pemrograman dan tujuan yang ingin dicapai dari proses pengembangan tersebut.

11.

Karena itu, untuk membuat aplikasi WAP yang kita butuhkan adalah sebuah web server untuk menangani permintaan user akan aplikasi WAP, misalnya Apache, Microsoft Internet Information Sevice (IIS), ataupun PWS (Personal Web Server). (halaman 46)

Kalimat di atas dapat menimbulkan salah nalar bagi pembaca. Hal ini dapat terlihat sebagai berikut:

a. Karena itu, untuk membuat aplikasi, WAP yang kita butuhkan adalah sebuah web server untuk menangani permintaan user akan aplikasi WAP, misalnya Apache, Microsoft Internet Information Sevice (IIS), ataupun PWS (Personal Web Server).

b. Karena itu, untuk membuat aplikasi WAP, yang kita butuhkan adalah sebuah web server untuk menangani permintaan user akan aplikasi WAP, misalnya Apache, Microsoft Internet Information Sevice (IIS), ataupun PWS (Personal Web Server).

Kalimat (a) dan kalimat (b) dapat memberikan arti yang berbeda jika pembaca yang sedang membaca kalimat di atas adalah orang awam yang kurang paham tentang dunia Informasi dan Teknologi. Kalimat yang penulis maksud adalah kalimat (b).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s